UNTUKMU, DARI AKU YANG TAK PERNAH KAMU BERI KESEMPATAN



Tadinya, aku kira tak sesulit ini
Ini bukan tentang, mencintai seseorang dengan tulus
Atau..
Cuma tentang memberikan segalanya
Ini bukan juga tentang menjadi yang sellau ada
Tapi, ini semua tentang mengikhlaskan
Merelakan sesuatu yang tak pernah dimiliki
Tak ada seorang pun yang pernah bilang akan sesulit ini
Aku mengerti
Aku sadar
Aku punya kenyataan yang tanpa kesemptan
Semesta seolah terlalu berpihak
Membiarkanmu jatuh ketangan yang salah
Berulang kali, aku melihatmu terluka
Menyemai perihnya
Membasuh bekasnya
Sendiri, tanpanya...
Melihat seseorang yang paling berharga terluka,
Membuat aku harus menahan murka
Tapi apa yang bisa kuperbuat
Kamu tak ingin dalam hidupmu, aku ada.
Kamu mengeluh. Dengannya, tak pernah ada kebahagiaanya
Kamu bersedih bersemai air mata terus berjatuhan
Kamu fikir, semuanya sia-sia untuk dijalankan
Tapi, ternyata, kamu hanya salah memilih orang untuk dipercayakan
Mungkin, kalimat0kalimat tadi
Adalah yang terkhir kamu dengan
Karena mungkin seteleh ini,
 AKU AKAN BENAR2 PERGI
UNTUKMU, DARI AKU
YANG TAK PERNAH KAMU BERI KESEMPATAN


--Dara Prayoga© (soundCloud
UNTUKMU, DARI AKU
YANG TAK PERNAH KAMU BERI KESEMPATAN)

Tentang Aku dan Kamu (Dara Prayoga's)


Aku benci merindukan kamu
Tetapi, aku lebih benci lagi ketika sadar aku bukan lagi siapa-siapa kamu
Satu hal yang menyakitkan dari sebuah perpisahan yang tidak baik-0baik adalah ketika rindu tak lagi bisa di sampaikan
Semuanya terhalang jeruji-jeruji benci
Berkali-kali aku mencoba lari, lari kenyataan yang menghampiri
Semuanya sia-sia
Kamu pergi
Tak apa, aku sempat putuskan untuk mencari lagi
Mencari sosok, seperti kamu yang dulu ada di hati
Hingga aku sadar
Rasa apa yang kini ada dalam benak diri
Rasa mati, semuanya hanya rasa mati
Jika kamu tau, semua yang aku perjuangkan ini
Telah menyebabkan luka dibanyak hati
Aku mencari bayangmu
Dalam wujud orang lain
Aku mencari cintamu dalam hati yang lain
Dan jika kamu akhirnya mendengarkan ini, ketahuilah aku sudah benar-benar pergi
Mungkin, banyak yang lebih baik dari kamu
Tp, ga akan, nggak akan ada yang seperti kamu
Kenyataan itu
Yang sekarang menghampiri aku
Dan akhirnya aku bekap rasa sakit ini
Membiarkan semuanya berlalu
Semoga,bayangmu tak lagi mnjadi bayang semua tapi biarkan semuanya berlalu tentang aku dan kamu

---Dara Prayoga (soundCloud : tentang Aku dan kamu)

ini ungkapan hati seorang PEMBERI HARAPAN PALSU



Saya ingin meminta maaf kepada kalian ‘yang merasa’ telah saya sakiti. Kalian yang saya tinggalkan dengan cara yang tidak baik-baik. Kalian yang banyak mengajari saya tentang bagaimana rasanya diperhatikan, bagaimana rasanya menjadi ratu, bagaimana rasanya menjadi satu-satunya,bagaimana menjadi tidak pernah salah.
Saya minta maaf...
Setiap perbuatan pasti ada balasannya..
Itulah yang saya rasakan sekarang, sekali lagi.. setelah saya ‘meninggalkan’ seseorang dengan cara yang tidak baik-baik, saya bingung. Ini adalah kali pertama saya merasa kehilangan, ini kali pertama saya merasa kosong. Dia, berbeda dari kalian. Entah dari segimana.
Dia yang dengan alasan sederhana bisa membuat saya tersenyum bahkan meneteskan air mata
Dia yang akhir-akhir ini saya dengar dekat denga orang lain
Dia yang tidak mampu saya tatap matanya
Dia yang membuat jantung saya berhenti memompa darah
Dia yang sekejap bisa menjadi hujan, dan sekejap menjadi pelangi
Saya harap saya tahu apa yang sedang saya alami dan ketika hujan menjatuhi bumi, saya berharap rasa ini  menghilang seiring dengan tetesan yang kelak kan menguap. Tapi tidak!
Akhirnya saya lantangkan suara ini, suara hati yang telah lama terbekap. Suara yang berontak untuk diakui. Suara yang terus bersenandung sejak kita bertemu. Setahun 8 bulan saya mengenalnya. Chat sampai tengah malam, sms-an dan chat secara bersamaan xD.
Bahkan saya dan dia punya panggilan kami sendiri. Walaupun, memiliki panggilan bukan lagi hal yang aneh bagi saya. karena kalian juga pernah memberi saya ‘nama’.
10 Juli 2013
Chatnya yang ‘banyak’ hanya saya balas dengan “?”. Jahat? maafkan
05 Agustus 2013..
Tanggal terakhir dia memanggil saya dengan panggilan itu.
Jika kalian membaca ini, percayalah. Dia adalah orang terakhir yang saya perlakukan seperti itu. Meski, rasa saya pada ‘dia’ tidak serta-merta hilang seperti rasa saya kepada kalian.
Seperti ‘sindiran’ dari salah satu dari kalian ketika saya berkata bahwa saya suka main bola
“Main bola sih boleh, tapi, jangan maini hatinya cowok”
GAME OVER