Rasi bintang Carina

Hei readers..
Di sore yang yang hujan ini xD mari kita bahas sedikit tentang rasi bintang yang akhir-akhir ini mengalihkan dunia saya. Ini sedikit penjelasan singkat tentang rasi bintang carina atau yang biasa di singkat car ini.


Rasi Bintang Carina

Rasi Bintang Carina yang disingkat (Car) memiliki nama genitif yaitu Carenae atau dalam bahasa Indonesia yang berarti “lunas kapal”, merupak suatu Rasi Bintang di belahan sebelah selatan yang merupakan bagian dari rasi lama Argo Navis. Di dalam rasi ini terdapat Canopus, bintang tercerah kedua di langit malam, dan bintang mahapadat Eta Carinae yang merupakan sumber dari Nebula Eta Carinae (NGC 3372). Deskripsi mengenai Rasi Bintang ini adalah sebagai berikut: 


  • Simbolisasi: Lunas kapal Argo Navis 
  • Asensio rekta: 9
  • Deklinasi: -60° 
  • Luas: 494 derajat persegi. (34) 
  • Jumlah bintang utama: 9 
  • Jumlah bintang Bayer/Flamsteed: 50
  • Bintang yang berpelanet: 4 
  • Jumlah bintang paling terang: 5 
  • Jumlah bintang terdekat: 4 
  • Bintang paling terang: Canopus (a Car) (-0.7m) 
  • Bintang terdekat: I Car (52,9 thn chy) 
  • Obyek Messier: 0 
  • Hujan meteor: Alpha Carinids, Eta Carinids 
Rasi Bintang yang berbatasan dengan rasi bintang ini yaitu Vela, Puppis, Pictor, Volans, Chamaeleon, Musca, dan Centaurus. 

Bagi anda yang inigin melihat Rasi Bintang ini penempakan terbaiknya pada bulan Maret sekitar pukul 21.00 dengan posisi pada lintang antara +20° dan -90°



Salah satu bintang terterang di angkasa juga berasal dari rasi bintang carina lho namanya bintang CONOPUS

Bintang Canopus
Canopus (α Car / α Carinae / Alpha Carinae) adalah bintang paling terang di rasi Carina, dengan magnitudo tampak −0.72. Penampakan terbaik Canopus adalah pada 28/29 Desember, tengah malam. Bagi yang berada di hemisfer selatan, dimungkinkan untuk dapat melihat dua bintang paling terang, Sirius dan Canopus dalam satu malam. Bintang kuning-putih ini berasal dari legenda Perang Troya. 


LAPORAN PRAKTIKUM UJI MAKANAN

LAPORAN PRAKTIKUM UJI MAKANAN

Oleh :
Nama          : Dzikri Fajriah Shaleh
No. Absen   : 16
Kelas          : XI. Blaise Pascal

Praktikum Biologi Kelas XI

SMAN 2 PANGKAJENE
2014


KATA PENGANTAR
            Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang maha kuasa yang telah menciptakan alam jagat dengan segala kesempurnaannya. Saya sebagai penulis sekaligus penyusun makalah ini sangat berterimakasih kepada Bapak Muhlis yang telah mengajarkan mata pelajaran BIologi  sekaligus yang telah menuntun dalam pembuatan laporan praktikum mengenai
” Kandungan karbohidrat,lemak dan protein dalam bahan makanan.” .Saya pun berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah ikut berpartisipasi atas terbentuknya makalah yang sederhana ini.
             Dalam penulisan laporan praktikum ini, saya mendapatkan suatu pelajaran baik dalam penulisan laporan serta mendapatkan pengetahuan tentang praktikum tersebut. Saya  sebagai penulis dalam laporan  ini masih dalam proses belajar baik dalam tata cara penulisan laporan yang baik maupun dalam memahami dengan baik dalam menyajikan laporan  sehingga saya selaku penulis dalam penyusunan laporan  ini sangat mengharapkan saran-saran yang membangun sehingga menghasilkan isi laporan yang dapat mendidik serta dapat dipertanggungjawabkan.
            Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca

Pangkep, 04 Februari 2013
Penilis,
(Dzikri Fajriah Shaleh)





BAB 1
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
            Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, setiap makhluk hidup memerlukan makanan. Makanan yang masuk ke dalam tubuh makhluk hidup akan diuraikan atau dipecah menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana baik secara mekanik maupun secara kimiawi agar dapat diserap tubuh. Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktivitas sehari-harinya.Makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energi, membantu pertumbuhan badan dan otak. Memakan makanan yang bergizi akan membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun badan. Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbedaBahan makanan: didalamnya terkandung zat makanan seperti Karbohidrat, protein,lemak, vitamin dan garam mineral Bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari harus mengandung nutrient yang diperlukan tubuh. Karbohidrat, lemak dan protein merupakan nutrient yang dibutuhkan dalam jumlah besar, sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Walaupun dibutuhkan sedikit bahan tersebut harus ada dalam menu makanan kita. Kami melakukan percobaan mengenai uji makanan untuk mengetahui kandungan glukosa, karbohidrat, protein dan lemak. Selain itu, kami membuat laporan praktikum biologi ini untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Bapak Muhlis Spd.
Karbohidrat adalah senyawa yang tersusun tas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Tubuh kita membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi utama, menjaga keseimbangan kondisi asam basa dalam tubuh, dsb. Untuk mengetahui apakah makanan tersebut mengandung krbohidrat atau tidak, maka harus dilakukan percampuran bahan makanan dengan lugol dan akan berubah warna menjadi hitam kebiruan.Protein memiliki fungsi penting yaitu sebagai bahan pembentuk hormon, enzim, antibodi, serta kromosom. Juga berfungsi sebagai bahan pembentuk sel-sel baru. Jika bahan makanan yang telah dicampur oleh beberapa tetes biuret berubah warna menjadi violet/ungu maka makanan tersebut mengandung protein.Lemak berfungsi sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K, sebagai pelindung organ tubuh, dan sebagai pembentuk membran sel. Jika kertas yang telah diolesi oleh bahan makanan menjadi transparant , maka makanan tersebut mengandung lemak.
Kekurangan salah satu atau lebih dari zat makanan di atas dalam waktu yang cukup lama dapat menyebabkan gangguan pada tubuh. Sebaliknya, kelebihan zat makanan juga tidak baik bagi kesehatan. Keadaa tubuh dimana komposisi zat makana tidak seimbang disebut malnutrisi. Malnutrisi dapat disebabkan oleh kekurangan maupun kelebihan satu atau lebih nutrien (zat makanan) esensial

B.   Tujuan
Tujuan Praktikum adalah Untuk menguji adanya kandungan karbohidrat,lemak dan protein dalam bahan makanan.

C.   Rumusan Masalah
Bagaimana cara menguji kandungan Karbohidrat, Protein, dan Lemak pada makanan?









BAB II
METODE PRAKTIKUM
A.   Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 01 Februari 2013
B.   Alat dan Bahan
1.    Alat-alat yang digunakan dalam praktikum adalah:
a.    Penjepi tabung reaksi
b.    Pipet tetes
c.    Lumpang porselin
d.    Tabung reaksi
e.    Pembakar spritus
f.     Spatula/pengaduk
g.    Rak tabung reaksi
h.    Gelas ukur
i.      Suntik
2.    Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum adalah:
a.    Reagen (lugol, biuret, benedict)
b.    Bahan makanan yang ingin di uji (nasi,mie telur,tahu,pisang, margarin dan telur)
c.    Spritus
3.    Cara Kerja
1.      Menyiapkan alat dan bahan yang di perlukan.
2.      Melakukan uji makanan.
3.      Percobaan 1 : Uji amilum
a.    Menempatkan bahan makanan di lumpang proselin.
b.    Bahan makanan tersebut ditetesi reagen lugol sebanyak 0,5 ml
c.    Mengamati perubahan warna yang terjadi.
d.    Memasukkan data pada table pengamatan.

4.      Percobaan 2 : Uji protein
a.    Menghaluskan bahan yang diuji .
b.    Letakkan ±2mL hasil tumbukan pada tabung reaksi.
c.    Tetesi tabung reaksi tersebut dengan reagen biuret sebanyak 2 ml.
d.    Mengocok tabung reaksi tersebut hinggga ada perubahan warna menjadi  ungu, maka bahan makanan tersebut mengandung protein.
e.    Memasukkan data kedalam table pengamatan, dan lakukan hal yang sama dengan bahan makanan yang lain.
5.  Percobaan 3 : Uji glokusa.
a.    Menghaluskan bahan yang diuji
b.    Letakkan hasil tumbukan pada tabung reaksi.
c.    Tetesi tabung reaksi tersebut dengan reagen benedict sebanyak 0,5 ml.
d.    Tetesi tabung reaksi tersebut dengan reagen benedict sebanyak 0,5.
e.    Panaskan tabung reaksi d atas pembakar sepritus.
f.     Memasukkan data kedalam table pengamatan, dan lakukan hal yang sama dengan bahan makanan yang lain
6.      Percobaan 4 : Uji Lemak.
a.    Mengusap bahan yang akandi uji pada kertas buram.
b.    Tunggulah beberapa saat
c.    Apabila ada noda transparan, maka bahan makanan tersebut mengandung lemak.
d.    Memasukkan data pada table pengamatan.
e.    Melakukan hal yang sama pada bahan makanan yang lain.




BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN


BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.   Hasil
1.    Tabel Pengamatan Uji Makanan
No.
Bahan Makanan
Perubahan Warna Setelah Ditetesi
Yodium
Benedict
Biuret
1.
Mie
Biru
Orange, endapan cokelat
Biru
2.
Nasi
Biru
Orange, endapan cokelat
Ungu
3.
Tahu
Putih
Tidak terdapat endapan
Ungu
4.
Tempe
Putih
Tidak terdapat endapan
Ungu
5.
Pisang
Biru
Tidak terdapat endapan
Biru Kehitaman
6.
Margarin
Tidak terjadi perubahan
Tidak terdapat endapan
Tidak terjadi perubahan









2.    Tabel Pengamatan Kandungan Uji Makanan
No.
Bahan Makanan
Kandungan
Amilum
Glukosa
Protein
Lemak
1.
Mie
P
P
-
P
2.
Nasi
P
P
P
-
3.
Tahu
-
-
P
-
4.
Tempe
-
-
P
-
5.
Pisang
P
-
-
-
6.
Margarin
-
-
-
P


Ket :
P=ada
- = tidak ada
B.   Pembahasan
1.    Mie
a)    Ketika mie yang telah di haluskan di masukkan ke dalam tabung reaksi dan di campur dengan larutan yodium, ternyata terjadi perubahan warna dalam tabung reaksi, yaitu menjadi berwarna biru dan ini menandakan bahwa mie mengandung amilum
b)    Ketika mie yang telah di haluskan di masukkan ke dalam tabung reaksi dan di campur dengan larutan benedict dan dipanaskan selama 5 menit ternyata terjadi perubahan warna dalam tabung menjadi warna orange dan terdapat endapan di bawah tabung reaksi dan ini menandakan bahwa mie mengandung glukosa.
c)    Ketika mie yang telah di haluskan di masukkan ke dalam tabung reaksi dan di campur dengan larutan biuret, ternyata tidak terjadi perubahan warna dalam tabung reaksi sehingga dapat disimpulkan bahwa mie tidak mengandung protein.
d)    Setelah mie yang telah halus di oleskan di sebuah kertas polos putih ternyata terdapat noda transparan yang menandakan bahwa mie mengandung lemak.
2.    Nasi
a)    Ketika nasi yang telah di haluskan di masukkan ke dalam tabung reaksi dan di campur dengan larutan yodium, ternyata terjadi perubahan warna dalam tabung reaksi, yaitu menjadi berwarna biru dan ini menandakan bahwa nasi mengandung amilum
b)    Ketika nasi yang telah di haluskan di masukkan ke dalam tabung reaksi dan di campur dengan larutan benedict dan dipanaskan selama 5 menit ternyata terjadi perubahan warna dalam tabung menjadi warna orange dan terdapan endapan di bawah tabung reaksi dan ini menandakan bahwa nasi mengandung glukosa.
c)    Ketika nasi yang telah di haluskan di masukkan ke dalam tabung reaksi dan di campur dengan larutan biuret, ternyata terjadi perubahan warna menjadi ungu dalam tabung reaksi sehingga dapat disimpulkan bahwa nasi mengandung protein.
d)    Setelah nasi yang telah halus di oleskan di sebuah kertas polos putih ternyata tidak terdapat noda transparan yang menandakan bahwa nasi tidak mengandung lemak.
3.    Tahu
a)    Ketika tahu yang telah di haluskan di masukkan ke dalam tabung reaksi dan di campur dengan larutan yodium, ternyata tidak terjadi perubahan warna dalam tabung reaksi, menjadi berwarna biru dan ini menandakan bahwa tahu tidak mengandung amilum.
b)    Ketika tahu yang telah di haluskan di masukkan ke dalam tabung reaksi dan di campur dengan larutan benedict dan dipanaskan selama 5 menit ternyata tidak terjadi perubahan warna dalam tabung  menjadi merah bata dan tidak terdapat endapan di bawah tabung reaksi dan ini menandakan bahwa tahu tidak mengandung glukosa.
c)    Ketika tahu yang telah di haluskan di masukkan ke dalam tabung reaksi dan di campur dengan larutan biuret, ternyata terjadi perubahan warna menjadi warna ungu dalam tabung reaksi sehingga dapat disimpulkan bahwa tahu mengandung protein.
d)    Setelah tahu yang telah halus di oleskan di sebuah kertas polos putih ternyata tidak terdapat noda transparan yang menandakan bahwa tahu tidak mengandung lemak.
4.    Tempe
a)    Ketika tempe yang telah di haluskan di masukkan ke dalam tabung reaksi dan di campur dengan larutan yodium, ternyata tidak terjadi perubahan warna dalam tabung reaksi, menjadi berwarna biru dan ini menandakan bahwa tempe tidak mengandung amilum
b)    Ketika tempe yang telah di haluskan di masukkan ke dalam tabung reaksi dan di campur dengan larutan benedict dan dipanaskan selama 5 menit ternyata tidak terjadi perubahan warna dalam tabung menjadi merah bata dan tidak terdapat endapan di bawah tabung reaksi dan ini menandakan bahwa tempe tidak mengandung glukosa.
c)    Ketika tempe yang telah di haluskan di masukkan ke dalam tabung reaksi dan di campur dengan larutan biuret, ternyata terjadi perubahan warna menjadi ungu dalam tabung reaksi sehingga dapat disimpulkan bahwa tempe mengandung protein.
d)    Setelah tempe yang telah halus di oleskan di sebuah kertas polos putih ternyata tidak terdapat noda transparan yang menandakan bahwa tempe tidak mengandung lemak.


5.    Pisang
a)    Ketika pisang yang telah di haluskan di masukkan ke dalam tabung reaksi dan di campur dengan larutan yodium, ternyata terjadi perubahan warna dalam tabung reaksi, yaitu menjadi berwarna biru dan ini menandakan bahwa pisang mengandung amilum
b)    Ketika pisang yang telah di haluskan di masukkan ke dalam tabung reaksi dan di campur dengan larutan benedict dan dipanaskan selama 5 menit ternyata tidak terjadi perubahan warna dalam tabung menjadi warna orange dan tidak terdapat endapan di bawah tabung reaksi dan ini menandakan bahwa pisang tidak mengandung glukosa.
c)    Ketika pisang yang telah di haluskan di masukkan ke dalam tabung reaksi dan di campur dengan larutan biuret, ternyata tidak terjadi perubahan warna menjadi ungu dalam tabung reaksi sehingga dapat disimpulkan bahwa pisang tidak mengandung protein.
d)    Setelah pisang yang telah halus di oleskan di sebuah kertas polos putih ternyata tidak terdapat noda transparan yang menandakan bahwa pisang tidak mengandung lemak.
6.    Margarin
a)    Ketika margarin yang telah halus di masukkan ke dalam tabung reaksi dan di campur dengan larutan yodium, ternyata tidak terjadi perubahan warna dalam tabung reaksi, menjadi berwarna biru dan ini menandakan bahwa margarin tidak mengandung amilum.
b)    Ketika margarin yang telah halus di masukkan ke dalam tabung reaksi dan di campur dengan larutan benedict dan dipanaskan selama 5 menit ternyata tidak terjadi perubahan warna dalam tabung dan tidak terdapat endapan di bawah tabung reaksi dan ini menandakan bahwa margarin tidak mengandung glukosa.
c)    Ketika margarin yang telah halus di masukkan ke dalam tabung reaksi dan di campur dengan larutan biuret, ternyata tidak terjadi perubahan warna dalam tabung reaksi sehingga dapat disimpulkan bahwa margarine tidak mengandung protein.
d)    Setelah margarin yang telah halus di oleskan di sebuah kertas polos putih ternyata tidak terdapat noda transparan yang menandakan bahwa margarin mengandung lemak.























BAB IV
PENUTUP
A.   Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil praktek ini. Maka, dapat ditarik kesimpulan bahwa :
*)  Jika bahan makanan berubah menjadi warna hitam kebiruan  setelah dicampur oleh yodium maka makanan tersebut mengandung amilum/karbohidrat. Makanan yang mengandung amilum/karbohidrat adalah Mie, Pisang dan Nasi.
*)  Jika makanan tersebut berubah warna menjadi warna orange-kekuning-kuningan atau terdapat endapan setelah dicampur benedict dan dibakar maka makanan tersebut mengandung glukosa. Makanan yang mengandung glukosa adalah Mie dan Nasi.
*)  Jika kertas yang telah diolesi oleh bahan makanan menjadi transparant setelah dijemur, maka makanan tersebut mengandung lemak. Makanan yang mengandung lemak adalah Mie dan Margarin.
*)   Jika bahan makanan yang telah dicampur oleh beberapa tetes biuret berubah warna menjadi ungu kehitaman maka makanan tersebut mengandung protein. Makanan yang mengandung protein adalah Tahu, Nasi, dan Telur.

B.   Saran
1.    Berhati-hati saat melakukan penelitian
2.    Amati percobaan dengan seksama agar tidak terjadi kesalahan
3.    Perbanyak referensi sebagai faktor pembanding


DAFTAR PUSTAKA